Menikmati Cahaya Surga di Goa Jomblang Gunungkidul

erfan erlin
Goa Jomblang adalah salah satu destinasi eksotik di Gunungkidul. (Foto : Goa Jomblang)

Goa Jomblang sangat eksotik. (Foto : Ist)

Guna melindungi sekaligus memberi penghidupan masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan, maka konsep ekowisata dipilihnya. Goa Jomblang dikemas menjadi ekowisata bukan wisata massal atau mass tourism yang berwawasan lingkungan.

"Kami mengemas wisata dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan," katanya.

Untuk mewujudkan konsepnya ini, tantangan awal yang harus dihadapinya dulu adalah menghutankan kembali kawasan tersebut. Baru kemudian membuat fasilitas pendukung agar wisatawan nyaman dan menikmati wisata ini. 

Menurutnya, dia harus membuat agar wisatawan dapat menuruni tebing dan menyusuri gua dengan mudah agar semua orang bisa menikmati dari anak-anak hingga yang berusia lanjut. Wisata yang nyaman dengan pendekatan adventure-nya harus ada satu paket yang tentunya tidak mudah dikemas. 

Saat itu, dia tertantang untuk merintis Goa Jomblang tersebut. Dia tertarik mengelola Jomblang sebagai ekowisata karena keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan di Gunungkidul. Kawasan karst ini sejak dahulu sudah di tambang hingga di sekitar gua-gua sehingga sangat rawan, bahkan ditakutkan rusak dan runtuh gua-gua yang memiliki potensi wisata.

Pengelola sekaligus instruktur Gua Jomblang, Kurniawan Adhi Wibowo menambahkan mayoritas wisatawan yang datang bertujuan penelitian baik dari dalam maupun luar negeri yang ingi mendalami karakteristik guanya itu sendiri hingga kehidupan hayati dan hewani di dalamnya yang cukup beragam. Sebelum melihat lebih dekat ke gua, penjelajah biasanya istirahat dulu di Jomblang Resort yang awalnya dibangun untuk para peneliti. Tapi sekarang, resort itu bisa juga digunakan para wisatawan.

"Masyarakat setempat, Gua Jomblang disebut juga Luweng Jomblang. Gua vertikal bertipe collapse doline ini terbentuk akibat proses geologi  amblesnya tanah beserta vegetasi di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu," ujar pemuda yang akrab disapa Pithik ini.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ribuan Kendaraan Tinggalkan Bandung Hindari Puncak Arus Balik Libur Panjang

57 tahun lalu

Nekat Mandi saat Ombak Besar, Kakak Adik Hilang Terseret Arus di Pantai Payangan Jember

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Jip Wisata Bromo Tabrak Tebing lalu Terguling, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Libur Panjang Iduladha, Puluhan Ribu Kendaraan Masuk Bandung via Tol Pasteur

57 tahun lalu

2 Wisatawan asal Karawang Tewas Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal