Mengenal Pakaian Adat Yogyakarta yang Anggun dan Berwibawa

Yohanes Demo
Pakain Adat Yogyakarta menarik untuk dicermati. (Foto : Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id- Pakain Adat Yogyakarta menarik untuk dicermati. Selain dikenal sebagai Kota Pendidikan, Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal, budaya serta tradisinya.

Jenis pakaian adat Yogyakarta tidak hanya terbatas digunakan untuk upacara adat saja, ada beberapa jenis pakaian adat yang juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Untuk mengetahui beragam jenis pakaian adat Yogyakarta serta penggunaannya, berikut beberapa penjelasan yang dapat dirangkum.

Pakaian tradisional sehari-hari masyarakat Yogyakarta sebelum berkembangnya busana modern, masyarakat zaman dahulu kerap mengenakan pakaian berlengan panjang dengan motif garisnya. 

Surjan merupakan salah satu pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan untuk kegiatan sehari-hari. 

Masyarakat dahulu biasanya melengkapi pakaian Surjan dengan mengenakan penutup kepala yang disebut Blangkon

Jika ditelurusi, ada beberapa jenis Surjan berdasarkan motifnya, yaitu Surjan Lurik, Surjan Jaguar dan Surjan Ontokusumo.

Jika Surjan digunakan oleh laki-laki, bagi kaum perempuan Yogyakarta juga memiliki pakaian adatnya sendiri. Pakaian untuk perempuan Jawa dalam berkegiatan sehari-hari biasanya menggunakan Kebaya yang berpadu dengan kain jarik sebagai bawahan. 

Kebaya ini digunakan oleh kaum perempuan dewasa dalam berkegiatan sehari-hari.

Di samping pakaian adat Yogyakarta yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, ada juga pakaian yang dipakai untuk orang-orang tertentu. 

Pinjung misalnya, pakaian ini biasanya digunakan oleh seorang abdi dalem perempuan. Ciri Pinjung adalah kain yang digunakan sebagai penutup sampai bagian dada. Pinjung biasanya dipadukan dengan kain batik atau lurik sebagai penutup luar.

Selain itu, ada lagi buasana pranakan yang digunakan untuk dinas abdi dalem jaler atau laki-laki. Hampir mirip seperti Surjan, busana pranakan berupa kain lurik berwarna biru tua dan hitam dengan kombinasi corak garis berjumlah 3-4 atau disebut telupat.

Pakaian Adat Paes Ageng Kanigaran, dulunya, Kanigaran merupakan pakaian yang sering digunakan oleh para raja. Dari penampilannya saja sudah menampakkan keagungan dan kekuasaan. Namun saat ini sering digunakan untuk acara pernikahan.

Untuk pria, atasan pakaian adat Yogyakarta satu ini berupa beskap berkerah yang terbuat dari beludru halus dan dihiasi sulaman-sulaman emas di bagian depan dan kedua ujung lengan.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2026 Jogja Hari Ini versi Muhammadiyah, Lengkap dengan Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Imsak Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah untuk Wilayah Jogja & Sekitarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal