Mengenal Jemaah Masjid Aolia yang Laksanakan Sholat Id Hari Kamis Ini

erfan erlin
Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu, mursyid atau guru jemaah Aolia. (Foto : iNews.id/erfan erlin)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Ratusan jemaah Masjid Aolia melaksanakan sholat Idul Fitri, Kamis (20/4/2023). Mereka menetapkan Idul Fitri lebih dulu dibanding dengan umat Islam lainnya baik Muhammadiyah ataupun NU.

Jemaah Masjid Aolia dipimpin langsung oleh Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu. Setelah itu, Mbah Benu disebut sebagai Mursyid atau guru.

Putra Ketiga Pengasuh Jemaah Aolia, Musa Assiqbillah mengatakan, jemaah Aolia tersebar di berbagai daerah terutama Jawa Tengah dan DIY, di mana mereka melaksanakan sholat Id bersamaan hari ini semua. Dia tidak bisa menghitungnya secara pasti karena jumlahnya sangat panjang.

"Kalau secara pasti saya tidak tahu karena sangat banyak. Di (Kecamatan) Panggang ada sekitar 10 titik," tutur dia, Kamis.

Dia mengatakan, berdasarkan kalender dari Jamaah Aolia, 1 Syawal jatuh pada tanggal 20 April 2023. Demikian juga 1 Ramadan yang lalu juga lebih cepat dari pemerintah yaitu tanggal 22 Maret 2023. Sehingga ketika dihitung bulan ramadan ini sudah jatuh 30 hari 

Mereka melaksanakan Lebaran berdasarkan dawuh atau perintah dari Mursyid Jamaah Aolia, Raden Ibnu Hajar Sholeh. Dan mereka sangat meyakini keilmuan dari Mursyid Raden Ibnu Hajar Sholeh tersebut dalam menentukan 1 Syawal sehingga wajib mereka laksanakan.

"Tadi sholat Id kami laksanakan di rumah Mbah Benu karena memang dari pemerintah belum mencabut ketentuan PPKM untuk masjid," ujarnya.

Jemaah Masjid Aolia bukan sebagai organisasi. Jemaah Masjid Aolia menganut aliran Ahli Sunah Wal Jamaah. Jemaah Masjid Aolia terbentu sudah cukup lama yaitu sekira tahun 1983 saat itu dirinya belum lahir.

Disebutkan jika Mursyid Kyai Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu keilmuannya secara Laduni yang turun tiba-tiba ke pribadi Raden Ibnu Hajar Sholeh. Karena Mbah Benu juga dibimbing oleh Mursyid-mursyid yang lain seperti Gus Jogo Rekso di Muntilan, Syech Jumadil Kubro dimakamkan di Gunung Turgi dan Sunan Pandanaran di Klaten. "Beliau pernah mondok seperti di Pesantren Mbulus, pesantren daerah Maron Purworejo,"ujarnya. 

Dalam ajaran Islam, ilmu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ilmu kasbi dan ilmu laduni. Ilmu kasbi dapat diperoleh manusia melalui usaha seperti belajar, melakukan percobaan, dan lain-lain. Sementara itu, ilmu laduni bersifat rahasia dan diturunkan secara langsung dari Allah ke dalam hati seseorang.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

57 tahun lalu

Tenda Drag Race di Gunungkidul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Mobil Rusak

57 tahun lalu

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Tenda Arena Balap Mobil di Gunungkidul Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal