Mengenal Arhanud S-60, Si Tua yang Masih Tangguh

Zahrotul Mawaddah
Mengenal Arhanud S-60, salah satu alutsista tua yang dimiliki TNI. (Foto Ilustrasi : ist)

Retrofit Meriam S-60

Semula segala sesuatu yang digerakkan pada Meriam S60 tanpa AKT dilakukan secara manual oleh awak meriam. Namun dalam versi retrofit dilakukan modifikasi sehingga dapat digerakkan secara elektrik yaitu dengan cara Local Control yang menggunakan tenaga listrik dari dua buah baterai yang tersedia dan dengan cara Remote Control yang dikendalikan dari FCS (Firing Control System).

istem Kendali Tembak yang terdapat dalam Arhanud S-60 terpusat mengendalikan sampai dengan 6 meriam secara bersamaan yang dipandu dengan sensor optik ataupun diintegrasikan dengan radar (opsional). 

Terdapat 3 mode pengopreasian di antaraya, mode manual dimana setiap meriam dapat dikendalikan secara manual, mode Semi-Otomatis, menggunakan joystick secara elektrik dari tiap meriam, mode otomatis yakni melalui Alat Kendali Tembak (AKT) yang dapat bergerak bersama-sama sebagai satu kesatuan tembak.

Selain itu, terdapat sistem sensor optronik digital yang dapat memungkinkan operasi dalam segala cuaca dan kondisi dengan kamera siang/malam dan thermal. Terdapat juga LRF (Laser Range Finger) atau alat pengukur jarak benda dengan menggunakan sinar laser dan juga sistem pelacakan dan penguncian target.

Sistem atau komponen pendukung yang terdapat dalam Arhanud S-60 ini diantaranya kendaraan, radar pengawasan, identifikasi teman atau musuh (IFF), Helm Tampilan (HUD), Sistem Pemantau Kesadaran Lingkungan (SA) dan sistem komponen pendukung lainnya yang dapat diintegrasikan.

S-60 Retrofit masih disokong perangkat radar AN/UPS-3 TDAR (Tactical Defence Alert Radar). Antena taktis yang dapat digelar portable ini dapat mendeteksi keberadaan sasaran sejauh 20 Km. Dengan mengusung teknologi 2D (dua dimensi), radar buatan Jerman ini dalam operasinya dapat menjalankan moda beyond line of sight target. Dari aspek ketinggian deteksi, AN/UPS-3 TDAR dapat mengendus sasaran yang berada di ketinggian 3.000 meter.

Nah itu dia penjelasan dalam mengenal Arhanud S-60, meriam sepuh yang masih aktif sebagai Alutsista Indonesia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

Mencekam! OPM Serang Warga Tembagapura, Anak Perempuan Tewas Ditembak

57 tahun lalu

68 Jembatan Rawan Ambruk di Jatim, TNI Turun Tangan

57 tahun lalu

KRI Prabu Siliwangi-321 Perkuat Armada TNI AL di Surabaya, Desain Modern Teknologi Canggih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal