Mayoritas Warga Swiss Tolak Cadar di Tempat Umum

Anton Suhartono
Hasil referendum menunjukkan sebagian besar warga Swiss mendukung larangan penggunaan cadar di tempat umum (Foto: CNN)

Sebenarnya pengguna cadar di Swiss sangat sedikit. Diperkirakan hanya sekitar 30 perempuan yang menggunakannya, demikian hasil survei Universitas Lucerne. 

Populasi muslim di Swiss mencapai 5 persen dari total penduduk yang berjumlah 8,6 juta jiwa. Pemeluk agama Islam sebagian besar pendatang yakni asal Turki, Bosnia, dan Kosovo.

Sebelumnya Pemerintah Swiss mendesak warga untuk tidak menyetujui larangan cadar. Penyebabnya larangan ini akan menurunkan jumlah wisatawan dari negara kaya Arab. Selain itu jumlah pengguna cadar sangat sedikit di Swiss.

Amnesty International juga mengkritik larangan ini sebagai bentuk diskriminasi.

"Setelah pelarangan menara masjid, mayoritas pemilih Swiss sekali lagi mendukung inisiatif yang mendiskriminasi satu komunitas agama dan tidak perlu menimbulkan ketakutan dan perpecahan. Larangan menggunakan cadar bukan ukuran untuk kebebasan perempuan, melainkan kebijakan simbolis berbahaya yang melanggar kebebasan berekspresi dan beragama," kata Amnesty.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mayat Mengapung di Sendangbiru, Diduga Warga Swiss yang Hilang di Pantai Jembatan Panjang 

57 tahun lalu

Kapal Yacht Milik Pasutri Asal Swiss Rusak Mesin di Kumai, Terombang-Ambing Tanpa Makanan

57 tahun lalu

Usung Nama Indonesia, Produsen Perlengkapan Outdoor asal Bandung Bakal Buka Toko di Swiss

57 tahun lalu

Ini Daftar 8 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, 1 Wakil Afrika Cetak Sejarah

57 tahun lalu

Daftar Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2022, Asia Kirim 3 Wakil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal