Mahfud MD Sebut Pemerintah Sedang Berupaya Bebaskan WNI Korban TPPO di Myanmar

erfan erlin
Menko Polhukam Mahfud MD saat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.(Foto: MPI/erfan Erlin)

Mahfud menyebut TPPO merupakan tindak pidana yang sangat jahat, karena orang diperjualbelikan seperti budak. Para korban direkrut di pedesaan, karena tidak punya pekerjaan. Mereka kemudian dijanjikan bekerja ke luar negeri dengan gaji yang besar. Ketika bersedia bekerja di luar negeri, korban diminta menandatangani dokumen.

"Begitu mau tanda tangan berbagai dokumen syarat tanpa membaca," ujarnya.

Korban kemudian diberi paspor dan dipekerjakan seperti budak. Mereka tidak digaji dan bekerja di kapal-kapal. Tidak sedikit yang lantas dibuang di laut. Ada juga yang sengaja menenggelamkan kapalnya karena dikejar oleh aparat.

Mahfud mengklaim dalam waktu dekat ini bakal membuat syock terapi terhadap sindikat TPPO. Mereka akan mengamankan atau menangkap pelaku penyalur sindikat di satu daerah. Pemerintah telah memiliki target yang sudah diberikan ke Bareskrim untuk dieksekusi. Selanjutnya akan di daerah lain bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan edukasi.

“Banyak orang dari daerah yang profilnya miskin kemudian dibujuk untuk berwisata ke luar negeri. Sesudah di luar negeri mereka dijual,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! Gadis Indramayu Korban TPPO di China, Dipaksa jadi Pengantin Pesanan

57 tahun lalu

Polda Kepri Ungkap Dugaan TPPO, Pasutri di Banyuwangi Ditangkap

57 tahun lalu

Polres Belawan Ungkap 320 Kasus Kriminal selama 4 Bulan, dari Narkoba hingga Kejahatan Jalanan

57 tahun lalu

Digagalkan Polisi! 56 PMI Ilegal Nyaris Diselundupkan ke Malaysia via Dumai Riau

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Jemput 12 Warga Jabar Diduga Korban TPPO di Maumere NTT

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal