Krista Laila Afifah mengatakan, proses pengolahan pupuk ini menggunakan formula memanfaatkan cairan EM4, glukosa dan bubuk Trichoderma. Obat ini harganya cukup murah dan dapat digunakan untuk menurunkan amonia dan membantu fermentasi.
Sebotol EM4 dapat digunakan untuk memfermentasi sekitar 1 ton kotoran puyuh dengan waktu fermentasi 1-2 minggu. Sebelum di fermentasi limbah kotoran burung puyuh dikeringkan dengan cara dijemur. Selanjutnya bubuk trichoderma dicampurkan ke dalam limbah kotoran burung puyuh yang sudah kering.
Cairan EM4 kemudian dicampur dengan glukosa dan air dengan perbandingan 1:1:50 dan disemprotkan pada limbah kotoran burung puyuh yang sudah dikeringkan. Setelah itu pupuk dimasukkan ke karung dan ditunggu 1-2 minggu. Setelah proses fermentasi pupuk siap digunakan.
“Begitu jadi pupuk bisa langsung dimanfaatkan untuk memupuk tanaman,” katanya.
Kepala Desa Gajahan Lilis Nuryanti mengucapkan terima kasih atas pengabdian mahasiswa UNY dalam memproduksi pupuk kandang. Tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah, namun juga meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa juga bisa mengenalkan Gajahan, melalui website desa,” katanya.