Mahasiswa UGM Kembangkan Tabur-21 Sebagai Alat Sensor Kelembaban Tanah Pertanian

Priyo Setyawan
Prototipe Tabur 21 yang dikembangkan mahasiswa UGM. (Foto: Dok Humas UGM)

Ia menjelaskan Tabur 21 dirancang dengan landasan konsep pertanian presisi. Inovasi teknologi ini diterapkan dengan menggunakan komponen sensor dan mikrokontroler berbasis Arduino yang didesain dan dirancang lebih efisien dan efektif dengan memonitoring beberapa aspek secara langsung.

“Alat ini dirancang dengan menerapkan konsep 3 in 1 yang dilengkapi dengan buku panduan penggunaan sehingga dapat disesuaikan menjadi alat yang portable, fast processing dan user friendly,” katanya.

Alat ukur ini menggunakan sistem data logger, di mana hasil pengukuran dari tiga komponen sensor akan disimpan dalam SD Card. Secara otomatis data akan tersusun dalam berkas spreadsheet. Ketika dilakukan pengukuran berulang alat tersebut akan tetap memanfaatkan satu berkas spreadsheet yang sama di dalam SD Card dan tersimpan berkas dengan nama yang telah ditetapkan.
 
“Berkas data yang diperoleh akan ditindaklanjuti misalnya untuk keperluan pemetaan maupun analisa yang lebih mendalam,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, 1 Korban di Antaranya Mahasiswa UGM

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Bank Mandiri Bantu Petani Kebumen Hindari Gagal Panen

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Duiddo Imani, Mahasiswa Termuda Lulus Hukum UGM di Usia 20 Tahun

57 tahun lalu

Identitas Mahasiswa UGM Tewas usai Speedboat Terbalik di Maluku Tenggara, Dikenal Sosok Cerdas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal