Prototipe SmartPond (S-Pond) dirancang dengan dimensi 40×28×15 cm, bobot 0,5 kg, dan body box terbuat dari aluminium. Prototipe menggunakan sumber daya listrik dengan input 220v pada AC current dan output 12v pada DC current.
Prototipe ini dapat mendeteksi kualiatas air dan ikan mati menggunakan alat sensor yang dipasang pada tepi kolam dengan lima sensor, yaitu sensor ultrasonik, pH, suhu, dan dissolve oxygen. Sensor ultrasonik memiliki jangkauan 420 cm pada range 75derajat sehingga dapat maksimal pada kolam ikan dengan ukuran 3×4 meter persegi.
Hasil deteksi disalurkan pada master control unit dan dikirim pada aplikasi SmartPond. Informasi secara real time dapat diketahui melalui notifikasi yang akan muncul pada layar tampilan aplikasi di smartphone.
Prototype ini telah diujikan pada kolam ikan milik Kelompok Tani Mina Rukun Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman, dengan hasil pengujian mencapai 99,9 persen akurat saat dibandingkan dengan alat berstandar SNI.
Latif mengatakan, alat dapat terkoneksi dengan pompa oksigen sehingga apabila kadar oksigen di air berkurang di bawah batas normal maka sistem dapat mengaktifkan pompa oksigen secara otomatis melalui aplikasi.
“Pengembangan prototype akan terfokus pada parameter lainnya sehingga diharapkan alat ini menjadi early warning dan comprehensive monitoring system bagi petani ikan,” tuturnya.