YOGYAKARTA, iNews.id – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menciptakan aplikasi untuk memantau risiko penyakit kardiovaskular atau berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah pada pasien diabetes. Alat yang diberi nama Decardia ini diciptakan karena tingginya kasus diabetes di Indonesia dan tidak sedikit yang berujung kematian.
Alat ini diciptakan tiga mahasiswa UGM, yakni Andri Cipta dan Nadhifah Azzahrah Yumna yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), serta Muhammad Nabhan Naufal dari Fakultas Teknik (FT).
Andri mengatakan, aplikasi Decardia membantu deteksi dini yang sangat penting untuk mengetahui tingkat risiko kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
“Deteksi dini ini penting karena kasus di Indonesia cukup tinggi. Bahkan, sampai menyebabkan kematian. Dengan deteksi dini ini bisa menjadi sarana antisipasi dan penanganan agar risiko tersebut dapat diturunkan dan dikendalikan,” kata Andri Cipta, Selasa (13/8/2019).
Andri mengatakan, aplikasi ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta yang akan diperlombakan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Aplikasi Decardia yang dikembangkan dilengkapi dengan fitur seperti panduan penggunan, perhitungan risiko, serta edukasi.