Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Penghitung Gas Rumah Kaca Ternak Ruminansia

Priyo Setyawan
Gama Sapudi ciptaan mahasiswa UGM untuk menghitung gas rumah kaca ternak Ruminasia. (Foto: Dok Humas UGM)

SLEMAN, iNews.id - Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM KC) berhasil menciptakan alat penghitung gas rumah kaca yang diproduksi ternak ruminansia berbabasis Internet of Things (IoT) Smart Technology in Respiration Chamber. Alat yang diberi nama GAMA-Sapudi ini, bisa menghitung produksi gas metan dan mengevaluasi produksi greenhouses gases yang dapat dipantau secara real time. 

Kelima mahasiswa UGM itu, Gardika Windar Prahara, Auliya Muthiea Dien dan Firlya Lananinggar (Fakultas Peternakan), Andie Gagas Alfrianto (Sekolah Vokasi) dan Remarezi Rafsanjani (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam). 

Ide pembuataan alat ini, karena alat penghitung gas rumah kaca untuk ternak ruminansia belum dikembangkan di Indonesia. Selain itu, harga alat methane chamber untuk penelitian pada ternak sangat mahal dan harus impor. Untuk itulah mereka melakukan inovasi dengan menciptakan alat deteksi yang dapat membantu pengembangan penelitian dalam mitigasi produksi gas rumah kaca dan evaluasi manajemen peternakan serta efisien pakan.
 
“Alat ini dapat mengukur beberapa kadar greenhouses gases seperti, karbondioksida (CO2), metan (CH4), hidrogen sulfida (H2S), amonia (NH3), dinitrogen oksida (N2O), serta suhu dan kelembaban secara real time yang didukung IoT,” kata Gardika.
 
Alat ini memanfaatkan gas keluaran hewan ternak dan menggunakan microcontroller Arduino Nano yang dihubungkan dengan berbagai sensor untuk mendapatkan input data yang lengkap. Data yang diperoleh akan dikomputasi dan ditampilkan pada LCD display yang berada pada bagian luar alat untuk monitoring yang akan ditampilkan secara daring dengan internet. 

Pemanfaatan media daring menggunakan modul wifi ESP8266 yang dikirim ke Dashboards Website user dan terhubung dengan internet, sehingga alat dapat dipantau dan diatur secara real time melalui handphone. 

“Kami berharap inovasi ini bisa berperan penting dalam penelitian yang berkaitan dengan perubahan iklim dan efek pemanasan global,” katanya. 
 
Dosen Pembimbing Tim PKM UGM, Muhsin Al Anas menambahkan, alat ini ini bisa menjadi terobosan inovatif untuk meningkatkan kualitas penelitian dalam upaya mitigasi efek gas rumah kaca sehingga dapat mengembangkan peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, 1 Korban di Antaranya Mahasiswa UGM

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Duiddo Imani, Mahasiswa Termuda Lulus Hukum UGM di Usia 20 Tahun

57 tahun lalu

Identitas Mahasiswa UGM Tewas usai Speedboat Terbalik di Maluku Tenggara, Dikenal Sosok Cerdas

57 tahun lalu

Speedboat Angkut 7 Mahasiswa UGM Terbalik di Maluku Tenggara, 1 Tewas 1 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal