“Selama ini lahan pekarangan belum terlalu dioptimalkan pengelolaannya, sehingga ini menjadi potensi untuk kemandirian pangan,” kata Sutedjo.
Melalui pemanfaatan lahan pekarang, minimal kebutuhan buah ataupun sayuran bagi keluarga bisa terpenuhi. Ini akan menghemat pengeluaran keluarga, di samping kandungan nilai gizi dan vitamin.
“Kalau bisa menanam mengapa harus beli. Ini yang harus dikembangkan,” katanya.
Pemkab Kulonprogo juga akan mengucurkan dana bantuan dari APBD kepada 40 KWT untuk mendukung program ini. Setiap KWT akan mendapatkan bantuan masing-masing Rp10 juta.