“Ini menjadi bagian pembinaan terhadap keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) untuk pengurangan risiko bencana. Rencananya, akan digelar simultan setiap 6 bulan sekali,” katanya.
Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo Sunardi mengungkapkan hal serupa. Dia menilai simulasi bencana sangat penting mengingat wilayah Bandara Yogyakarta yang ada di pesisir pantai.
“Kami mendukung dan apresiasi kegiatan seperti ini. Sangat penting adanya pembinaan dan pelatihan karena bencana seperti gempa dan tsunami tidak memandang lokasi serta situasi,” tuturnya.