“Melukis menjadi ekspresi saya agar hidup ini lebih nyaman,” katanya.
Puji mengaku paling senang adalah melukis pemandangan alam. Dia bisa berimajinasi lebih jauh untuk menikmati karunia Ilahi.
Sementara itu, sang mentor Iwan Setiyawan mengatakan Puji Lestari memiliki semangat kuat untuk melukis. Sejak di bangku SLB dia telah menunjukkan bakat yang dimilikinya. Namun setelah lulus dan menikah, aktivitas ini sudah tidak dilakukan.
“Saya melihat bakatnya ada sejak masih belajar. Meski disabilitas namun hasil karyanya cukup bagus,” kata Iwan.
Selama masa pandemi covid-19, Puji telah menyelesaikan tiga lukisan. Untuk bisa melukis dia banyak mendapatkan dukungan dari teman-temannya berupa peralatan. Sedangkan penghasilan suami yang berjualan makanan bakwan kawi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.