Bank tanah menjadi solusi dalam penyiapan lahan yang diperlukan. Sementara masyarakat juga tidak dirugikan karena harganya cukup tinggi. Konsep ganti untung harus dilakukan agar mereka tidak merugi.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, juga mendorong agar semua pembangunan infrastruktur memandang masa depan. Seperti bandara YIA ini disiapkan untuk penumpang hingga 20 juta orang per tahun. Begitu juga Bandara Juanda disiapkan untuk 27 penumpang.
“Buffer area diperlukan dan di YIA tersedia kalau harus dibangun satu runway lagi,” katanya.
Suharso berharap bandara YIA menjadi titik kumpul logisik di Jawa Tengah Selatan dan DIY. Ketika ada produk yang berorientasi ekspor akan cepat ditangani.
Sementara itu, pelaksana tugas sementara (PTS) GM Bandara YIA, Agus Pandu Purnama mengatakan, kunjungan menteri untuk mengecek kesiapan fasilitas yang sudah dibangun. Dimana saat ini sedang dibangun jalur kereta api, dan kedepan akan terhubung dengan jalur kereta.
“Kita masih cukup dengan satu runway, kalau ke depan diperlukan kita siapkan di sisi utara,” katanya.
Selama ini aksesibilitas ke bandara YIA masih banyak dikeluhkan masyarakat. Saat ini sudah ada moda transportasi bus damri, dan kereta api sampai di Stasiun Wojo. Sedangkan pembangunan jalan tol masih dalam perencanaan.