Menurutnya, pemilik sepeda Brompton tidak dibuat repot ketika membawanya berkeliling. Bahkan sepeda ini banyak dipakai bekerja oleh para pemiliknya. Sepeda ini bisa dilipat dan dibawa ke dalam gerbong kereta. Begitu turun bisa dipasang lagi untuk dikendarai pulang dan pergi bekerja.
Tidak hanya itu, sepeda ini memiliki enam kecepatan yang bisa digunakan saat mengayuh. Desain tubuhnya juga cukup nyaman. Sehingga sepeda ini enak digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
“Kita biasa memakai untuk 100 kilometer dan cukup nyaman,” katanya.
Namun harga sepeda ini cukup mahal bagi pemula. Setiap unitnya berada di kisaran Rp28 juta sampai Rp30 juta. Sedangkan untuk kelas diatasnya, harga sepeda ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Yang mahal itu variasinya, kalau standar murah,” tutur Tante Endah, salah satu pemilik Brompton yang ditemui.
Meski seorang perempuan, Endah mengaku cukup menikmati bersepeda dengan Brompton. Bahkan hampir sejumlah kota besar pernah disinggahi Endah bersama dengan komunitasnya. Seperti yang dilakukan kemarin saat mereka menempuh rute dari titik nol kilometer menuju ke Kulonprogo yang berjarak sekitar 35 kilometer.