Menurut Arya Bima, Bandara YIA saat ini baru sekitar delapan persen dari keseluruhan pembangunan. Nantinya akan terkoneksi dengan kereta api. Sedangkan untuk tahap awal akan ada kereta khusus yang terhubung dengan bus Damri menuju ke bandara dari Stasiun Wojo.
Komisi VI, kata dia, siap untuk dari sisi fasilitasi dan komunikasi untuk perbaikan infrastruktur. Bandara ini harus didukung dengan anggaran yang bisa dari internal korporasi Angkasa Pura. Namun pemerintah bisa memberikan dukungan infrastruktur baik akses jalur kereta atupun jalan.
Harapannya nanti akan ada ketersediaan akses transportasi, agar lebih mudah dijangkau tidak seperti dari Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. “Secara politik, kita siap mendukung anggaran untuk pelebaran jalan atau jalan tol,” ucapnya.
Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, untuk tahap awal ini ada kereta khusus untuk menuju ke bandara untuk relasi dari Solo, Maguwo dan Yogyakarta sampai Wojo. Dari sana akan terhubung dengan bus Damri menuju ke bandara.
Sedangkan ke depan, juga akan dibangun jalur kereta dari Stasiun Kedundang sampai bandara dan tembus ke Wojo. “Selain kereta khusus, nantinya juga ada Prameks (Prambanan Ekpsress) yang berhenti di Wojo,” kata Eko.