Material tanah dari tebing setingi 200 meter itu langsung menerjang dan merobohkan separuh lebih rumah Sadiman. Beruntung, Sadiman berserta istri, anak dan cucunya menyelamatkan diri ke belakang rumah hingga selamat dari terjangan longsor.
"Begitu rumah saya hancur, kami semua turun ke bawah melewatui belakang rumah. Kami beberapa kali terjatuh karena tanahnya licin," ucap Sadiman.
Kini, Sadiman bersama lima cucu dan anaknya harus mengungsi di rumah tetangga. Sepanjang malam, Sadiman tidak bisa tidur mengingat musibah yang baru saja menimpa keluarganya. “Tidak tahu nanti mau bagaimana, sekarang mengungsi dulu. Yang penting semuanya selamat,” katanya.
Rumah Sadiman merupakan salah satu dari tiga rumah di Pendoworejo, Girimulyo yang hancur diterjang tanah longsor.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Girimulyo, Agus Suprihanta mengatakan musibah tanah longsor itu terjadi dalam waktu relatif bersamaan setelah hujan deras menguyur lama pada Rabu sore. Setidaknya ada empat titik tanah longsor yang terjadi di wilayah Girimulyo. "Warga sudah kami minta untuk waspada karena hujan masih berpotensi turun dengan deras," ucapnya.