"Akhirnya ibu (Suratmi) saya tangkap, sebelumnya saya ambil napas dulu, agak sesak kan," kata dia.
Dia kemudian mengangkat tubuh ibunya dan memberinya nafas bantuan agar bisa bernafas lagi. Setelah itu dia masuk lagi untuk mencari istrinya, Dyah Ayu Putri Murtiningsih dan dibawa keluar di dekat ibunya.
Dedy meminta istrinya dan ibunya untuk melompat terlebih dahulu. Awalnya ia meminta istrinya loncat kemudian ibunya baru dirinya sendiri. Lantaran istrinya takut, dia mendorong istriya hingga jatuh terjerembab sehingga mukanya tergores.
"Saat saya di bawah. Saya ingat anggota keluarga yang lain. Saya manjat lagi untuk mencari mereka," katanya.
Dia mengaku saat itu kulitnya sudah sangat panas terbakar. Namun seolah mendapat kekuatan baru, dia langsung memanjat ke lantai 2 tempat anggota keluarga masih tertinggal. Di lantai dua ada tiga kamar, satu kamar digunakan tidur kedua orang tuanya, kamar kedua untuk dia dan istrinya, dan kamar ketiga digunakan oleh kakaknya bersama anaknya.
"Sampai di atas saya langsung ke tengah menuju ke tempat ayah. Namun saya tidak bisa karena panas banget. Kulit juga sudah panas kena kepulan asap. Terus saya loncat lagi sambil teriak," ujar Dedy.
Dedy mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Yang ia tahu hanyalah kondisi kebakaran usai dirinya bangun tidur.