Benda sakti canang Ki Bicak dipukul bertalu-talu. Sementara keris Kiai Culik Mandaraka berhasil mematahkan tiga batang pohon besar kelapa yang menjadi pagar benteng.
Sang Raja berhasil memasuki benteng pertahanan yang dibangun Adipati Pragola dengan mengendarai kudanya. Tak berselang lama, entah dari mana, tiba-tiba banjir besar menerjang benteng pertahanan pasukan Pati.
Banjir arus lumpur layaknya banjir bandang meluap dari letusan Gunung Merapi. Pasukan Pati pun berlarian menyelamatkan diri melihat fenomena alam yang terjadi.
Adipati Pragola pun turut lari dan kembali ke Pati. Di Pati ia memanggil para bupati di sekitarnya guna menyusun bala tentara tambahan. Sebab banyak tentara Pati yang tenggelam saat sungai meluap.