Keren, UGM Kembangkan Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Kebakaran Hutan

Priyo Setyawan
Pesawat tanpa awak Elang Caraka yang dikembangkan peneliti Prodi Teknik Mesin UGM. (Foto : dok Humas UGM)

Mesin dengan kapasitas 30 cc digunakan untuk menerbangkan pesawat Elang Caraka yang berbobot 20 kilogram dan hanya memerlukan landasan sepanjang 90 meter untuk lepas landas dan mendarat

Pesawat ini dapat mendeteksi kebakaran dengan sensor cerdas Electrical Nose (Enose) yang mampu mendeteksi adanya asap yang ditunjukkan oleh meningkatnya grafik output dari sensor cerdas dibanding dengan kondisi normal tanpa asap.

“Enose bekerja seperti halnya hidung manusia, menggunakan larik sensor gas yang mampu mendeteksi asap tersebut,” katanya.

Menurutnya dengan Elang Caraka yang  mampu dioperasikan baik siang maupun malam ini diharapkan mampu mendeteksi dini kebakaran dan tim pemadam dapat melakukan pemadaman secara langsung sebelum titik api membesar dan semakin luas serta dari biaya operasional juga jauh lebih murah dibandingkan menggunakan helikopter.  

“Diiharapkan kehadiran pesawat tanpa awak Elang Caraka ini mampu menekan angka karhutla yang ada di Indonesia,” harapny

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karhutla di Aceh Barat Meluas hingga 50 Hektare, Warga Gelar Salat Istisqa

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Longsor Susulan Intai Warga Banjarnegara, Ditemukan Rekahan Membentuk Pola Tapal Kuda

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Rizal Galih, Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dalam Waktu 22 Bulan

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita Lulusan Termuda S2 UGM, Raih Gelar Master Usia 22 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal