Kemenag Bantul Minta Gugah Sahur dengan Toa Dikurangi Intensitasnya

erfan erlin
Kementerian Agama Bantul mengimbau kepada umat Islam untuk mengurangi intensitas 'Gugah Saur' menggunakan pengeras suara atau Toa. (Foto Dok SINDOnews)

Dia mengakui jika Gugah Sahur merupakan kearifan lokal yang tidak bisa dihilangkan. Karena dirinya juga merasa kasihan bagi warga yang tidak bisa bangun untuk sahur karena tidak ada yang membangunkan. Sehingga sahur memang harus tetap dilaksanakan meskipun intensitasnya dikurangi.

Di samping itu untuk kegiatan yang lain seperti sholawatan menggunakan aktual setiap menjelang salat lima waktu hanya dilaksanakan selama 10 menit. Untuk kegiatan-kegiatan yang lain selama bulan Ramadan diharapkan menggunakan suara di dalam masjid.

"Jadi tidak perlu semuanya menggunakan Toa dan suaranya ke luar masjid. Cukup suara di dalam masjid kecuali adzan," ujar dia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Idul Adha 1447 H, Ditjen Pendis Kemenag Tebar 1.200 Paket Kurban dan Santuni Anak Yatim

57 tahun lalu

Sambut Waisak 2026, Ditjen Bimas Buddha Gelar Program Vesākha Sānanda Sebulan Penuh

57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Hasil Sidang Isbat Idulfitri Hari Ini, Lebaran Jatuh Jumat atau Sabtu? Cek di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal