“Sama sekali tidak ada niatan menolak pemakaman dengan protokol kesehatan. Warga benar-benar tidak tahu,” katanya.
Petugas Puskesmas Srandakan kemudian melakukan tracing dan ada 28 warga yang melakukan kontak erat. Mereka diminta menjalani tes PCR di puskesmas. Dari delapan warga yang datang, lima dinyatakan positif Covid-19 dan tiga negatif.
Permasalahan kembali muncul karena kelima warga yang positif ini sempat melakukan aktivitas di masyarakat sebelum mengikuti tes PCR
Tokoh masyarakat Mayongan, mengatakan kelurga almarhum sebenanrya sudah tahu jenazah merupakan pasien suspect. Namun tidak terbuka dengan harapan jenazah dimakamkan seperti orang meninggal biasa.
“Warga ini tidak tahu kalau jenazah itu psien suspect,” katanya.