Kebijakan Pemda DIY Terapkan Rapid Test Antigen, Beratkan Pengusaha Perhotelan

Kuntadi
Salah satu petugas hotel menunjukkan verifikasi Pemkot Yogyakarta dalam penerapan protokol kesehatan. (foto: iNews.id/Kuntadi)

“Mestinya kami dilibatkan dalam kajian, ini kan percuma ada sertifikasi ataupun verifikasi,” katanya. 
  
Kebijakan pengetatan dengan rapid tes antigen akan menjadikan pelaku bisnis perhotelan kembali terdampak. Selama ini mereka sudah lama terpuruk dan mulai bangkit. Namun di tengah jalan, harapan itu terancam sirna.

Deddy mengatakan biaya rapid test antigen harganya sekitar Rp250.000 untuk tiga tahun. Jika liburan denga keluarga, pasti biaya yang dikeluarkan akan semakin tinggi. Meski begitu mereka siap menjalankan aturan itu sambil menunggu aturan tertulis.   

Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, aturan ini tidak hanya berlaku bagi wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Namun juga bagi warga DIY yang akan keluar daerah. Aturan ini untuk memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatwan.    

“Saya rasa ini justru untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan karena lebih terproteksi,” katanya. 
 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pengusaha Hotel dan Restoran Jogja Berharap Pilpres Satu Putaran, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Libur Panjang Idul Adha, Tingkat Hunian Hotel di Bali Naik

57 tahun lalu

PHRI Bantul Berharap Tingkat Okupansi Hotel Capai 80 Persen di Masa Libur Sekolah

57 tahun lalu

Long Weekend, Okupansi Hotel di Jogja Lebih Baik dari Libur Lebaran

57 tahun lalu

PHRI DIY Sebut Penginapan dan Hotel Kecil Rentan Dijadikan Tempat Bisnis Prostitusi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal