Kawasan Kumuh di Yogyakarta Tinggal 114,7 Hektare

Antara
Salah satu hasil penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Gajah Wong Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk pariwisata, 13 November 2020. (Foto : Antara)

Jika permukiman tersebut berada di daerah padat penduduk, maka akan ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan, di antaranya membangun sambungan rumah, peremajaan permukiman hingga pilihan untuk relokasi.

"Rata-rata, kawasan kumuh yang ada di Kota Yogyakarta saat ini menempati tanah Sultan Ground dan dalam proses memperoleh kekancingan," katanya.

Pada tahun ini, penanganan kawasan kumuh akan dilakukan menggunakan dana APBN sebesar Rp18 miliar di beberapa lokasi, khsusuanya untuk peningkatan kualitas permukiman di sepanjang Sungai Code.

Sejumlah lokasi sasaran tersebut di antaranya di Kelurahan Gowongan, Terban, dan Wirogunan.

Sedangkan dari APBD Kota Yogyakarta, akan dialokasikan anggaran untuk penanganan di tiga kelurahan dalam empat paket pekerjaan yaitu di Kelurahan Warungboto, Gunungketur, dan Klitren.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Razia Daycare di Yogyakarta, 33 Tempat Penitipan Anak Kedapatan Tak Berizin

57 tahun lalu

Wilayah Kumuh di Cimahi Tersisa 151 Hektare, Pj Wali Kota Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

Siapkan 2.000 Dosis, Pemkot Jogja Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

57 tahun lalu

Ribuan Ikan di Sungai Bengawan Solo Bojonegoro Mati, Diduga Tercemar Limbah

57 tahun lalu

Karyawan Pemkot Yogyakarta Ditangkap Polisi Curi Handphone dan Laptop

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal