“Mereka yang terkena dan meninggal sebagai syuhada. Adakah tersisa iba pada nasib sesama,” kata Haedar.
Haedar mengajak masyarakat untuk menerapkan kebiasaan baru dengan menjalankan protokol kesehatan. Niscaya dengan keikhlasan hasilnya akan lebih baik daripada di dipaksakan. Keselamatan diri sendiri dan sesama perlu diutamakan.
Haedar memandang semua kegiatan yang bisa dilakukan secara daring tidak perlu dipaksakan dengan bertatap muka. Apalagi yang bersifat massal.
“Belajarlah bijak dan empati. Nyawa manusia itu tak ternilai harganya. Menjaga jiwa bahkan bagian dari syariat agama,” kata Haedar.