Kasus Stunting di Kabupaten Kulonprogo Tinggi, Masih di Atas 14 Persen

Kuntadi
Anggota Komisi X DPR Sukamto bersama dengan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyerahkan doorprice kepada peserta sosialisasi di Kulonprogo, Sabtu (5/3/2022). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, kasus stunting di Kulonprogo sempat menyentuh angka 17-18 persen. Namun setelah dilakukan survey ulang angkanya hanya 14 persen.

“Upaya penanganan stunting harus benar-benar dilakukan, agar kasusnya bisa ditekan lebih rendah lagi,” ujarnya. 

Seorang anak yang stunting sulit bisa menjadi anggota TNI/Polri karena ada batas tinggi minimal. Selain itu anak stunting akan kurang cerdas. Begitu berusia di atas 45 akan mudah sakit, dari diabetes, darah tinggi hingga jantung. 

Masyarakat harus memperhatikan kondisi bayi sejak dalam kandungan sampau berusia minimal dua tahun. Saat itulah mereka butuh suplemen untuk mendukung pertumbuhannya. Salah satunya dengan pemberian air susu ibu (ASI) full selama enam bulan. 

“Jarak kelahiran juga harus di atas 30 bulan,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Sosialisasi Program MBG di Minahasa, Ketua Komisi IX DPR Ingatkan Pola Hidup Sehat 

57 tahun lalu

DPR Kawal Program MBG di Sulut, Dapur Gizi Segera Dibangun

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal