“Jika masih banyak yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak, tidak sering cuci tangan, masih dibutuhkan upaya edukasi lebih intensif,” katanya.
Untuk penutupan kawasan wisata tersebut, lanjut dia, bisa saja dilakukan selama tiga hari. Seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut harus siap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Tanggung jawab untuk menjalankan protokol kesehatan tidak hanya berada di pundak petugas keamanan. Wisatawan yang datang hingga komunitas yang sehari-hari beraktivitas di Malioboro seperti pengemudi becak, kusir andong, dan pedagang juga wajib terlibat.
Untuk saat ini, pengunjung yang kedapatan tidak mengenakan masker akan dipersilakan segera meninggalkan Malioboro.
“Saat ini, kami juga sedang menyiapkan protokol baru yang akan dijalankan di semua bidang. Untuk selanjutnya diuji coba dan diterapkan secara terbatas dan bertahap,” katanya.