"Kita memang harus jemput bola, kalau tidak begitu tidak semua warga akan mendapatkan vaksinasi," katanya.
Lebih lanjut, Astungkara berharap masyarakat secara sukarela mendaftarkan diri untuk dilakukan vaksinasi. "Kesuksesan vaksinasi tergantung masyarakat," katanya.
Berdasarkan data capaian vaksinasi di Kulonprogo hingga 12 Juli 2021, tenaga kesehatan sebesar 99,36 persen atau 3.282 dari 3.463 sasaran, pelayanan publik 105,48 persen atau 24.682 dari 23.414 sasaran dan lansia 27,08 persen atau 21.179 dari 78.421 sasaran.
Kemudian masyarakat rentan sebesar 18,52 persen atau 8.515 dari 45.965 sasaran dan masyarakat umum 5,79 persen atau 10.662 dari 183.859 sasaran.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulon Progo Fajar Gegana memohon kepada Dinas Kesehatan Kulonprogo, TNI dan Polri untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan vaksinasi.
"Sistemnya nanti jemput bola atau seperti apa asalkan tidak dalam satu tempat agar tidak berkerumun," katanya.