Jeep Willys Pernah Digunakan Sri Sultan HB IX Dilelang, Buatan Amerika Tahun 1945

Eka Setiawan
Mobil Jeep Willys tahun 1945 buatan Amerika yang pernah digunakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan sopirnya Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau dikenal Romo Mangun. (Foto: Eka Setiawan).

Romo Mangun memang tercatat pernah terlibat perang melawan Belanda. Tahun 1945, ketika usianya 16 tahun, dia menjadi prajurit Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Batalyon X Divisi III di bawah Komandan Soeharto. Dia bertugas di asrama Militer di Benteng Vredeburg lalu di asrama militer Kotabaru, Yogyakarta dia ikut bertempur di Ambarawa, Magelang dan Mranggen.

Pada 1946 dia melanjutkan sekolah di STM Jetis Yogyakarta, menjadi prajurit Tentara Pelajar dan pernah bertugas menjadi sopir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Saat Agresi Militer Belanda I, dia tergabung dalam Tentara Pelajar Brigade XVII sebagai Komandan TP Kompi Kedu.

Dia juga menceritakan, kiprah Romo Mangun tak bisa lepas dari permukiman masyarakat miskin Tepi Kali Code Yogyakarta dan Waduk Kedung Ombo, Grobogan. Romo Mangun menata permukiman miskin itu, sesuai dengan keahliannya di arsitektur dan berdiri paling depan saat pembangunan Waduk Kedung Ombo membela warga.

Pada konteks karya sastra, salah satu karyanya yakni novel Burung-Burung Manyar sangat fenomenal. Sebagai pendidik, dia juga yang menginisiasi Sekolah Mangunan, di Kalasan Yogyakarta, yakni sekolah TK, SD, SMP yang kurikulumnya sangat Indonesia.

Menurutnya, kiprah Romo Mangun itu sudah melebihi batas-batas perbedaan agama. “Jadi Romo Mangun ini adalah model yang bisa kita jadikan panutan bagaimana hidup di negeri ini, mudah-mudahan lewat pameran ini bisa menginspirasi Gen-Z, dari yang awalnya tidak kenal, sudah mulai kenal Romo Mangun,” ucapnya.

Wakil Rektor Kerja Sama dan Pengembangan Bisnis SCU R. Probo Yulianto Nugrahedi mengenang ketika pemakaman Romo Mangun. “Pawainya (yang mengiringi) mengular, pas lewat tepi Kali Code itu, banyak ibu-ibu menangis, menaburi bunga,” kenang Probo.

Dia menjelaskan. di SCU nantinya pameran juga diramaikan dengan seminar pada 25 November 2024 mendatang. Acara diketuai Christian Moniaga, sementara tim fotografi pameran karya Romo Mangun itu merupakan 3 mahasiswa arsitektur SCU, yakni; Prathama Ivan Saputra, Pramudya Satria Nugraha dan Bily Sugianto. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pameran Seni MULAK Rotua Magdalena Pardede: Pulang ke Akar Budaya Batak

57 tahun lalu

Dieng Culture Festival 2025 Usung Back to The Culture, Banjarnegara Siap Sambut Wisatawan

57 tahun lalu

Pameran Alutsista di Salatiga, Warga Antusias Naik Kendaraan Tempur

57 tahun lalu

Belum Diambil Pemiliknya, Puluhan Kendaraan Sitaan Tilang di Tulungagung Akan Dilelang

57 tahun lalu

Unik! Rohmi-Firin Lelang Sepeda di Acara Gowes Mataram, Laku Terjual Rp3 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal