Menurut JK, bila saat ini Dahnil mendukung Prabowo–Sandi, itu bukan berarti semua kader Pemuda Muhammadiyah juga harus mendukung pasangan kandidat yang sama.
“Jadi, walau Saudara Dahnil ini di pihak nomor dua (Prabowo–Sandi), tidak berarti Pemuda Muhammadiyah harus semua ikut kebijakan politik itu,” ujar JK di Yogyakarta, Senin (26/11/2018).
Karena itu, JK berharap agar para kader organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah itu dapat menggunakan hak politik sebaik-baiknya dan memilih calon pemimpin yang terbaik. Menurut dia, dalam sistem demokrasi, adalah lumrah jika para anggota dalam satu organisasi memiliki preferensi atau pilihan politik yang berbeda-beda.