Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara kepada delegasi Arab, menegaskan kembali bahwaw Yerusalem merupakan inti dari identitas Palestina.
“Tanpa itu, tidak akan ada perdamaian, tidak ada keamanan, tidak ada stabilitas, dan tidak ada kesepakatan," ujarnya.
Abbas juga mengatakan, Israel melakukan terorisme terorganisasi dan kejahatan perang di Gaza yang dapat disidang berdasarkan hukum internasional.
"Serangan brutal terhadap warga sipil dan pengeboman rumah disengaja," katanya.
Palestina, kata dia, akan terus memburu para pelaku kejahatan ke pengadilan internasional.
Awal tahun ini, Pengadilan Kriminal Internasional meluncurkan penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan Israel dan kelompok militan Palestina saat perang 2014.