Ini Makna Mubeng Beteng Relawan Ganjar-Mahfud di Alun-Alun Kidul Jogja

erfan erlin
Pintu Belakang Kraton Yogyakarta jadi lokasi panggung untuk melepas peserta. (Foto: iNews/Erfan Erlin)

Widi menambahkan, kegiatan Mubeng Beteng ini juga merupakan salah satu upaya menjaga keistimewaan. Kraton Yogyakarta juga memiliki ritual sama yang diselenggarakan setiap malam 1 Muharram atau malam 1 Suro. 

Tradisi Mubeng Beteng ini ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari DIY. Esensi tradisi ini sebagai momen untuk refleksi bersama, melakukan perenungan, kontemplasi dan memohon perlindungan untuk perjalanan setahun ke depan. Di mana peserta mubeng Beteng biasanya tidak diperkenankan berbicara atau Topo Bisu. 

Di mana Para Abdi Dalem biasanya melepas kerisnya tanpa sandal berjalan karena ingin merasakan alam dan Tuhan di dalam perjalanan yang disimbolkan dengan ritual ini. Kegiatan ini awalnya adalaj kontemplasi merenung dan kemudian mengingat alam semesta dengan Mubeng Beteng itu. 

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ganjar-Mahfud Bakal Gelar Hajatan Rakyat Solo hingga Kirab Warisan Budaya Akhiri Kampanye Akbar

57 tahun lalu

Kritik Demokrasi Era Jokowi, Aktivis Reformasi 98 Jalan Mundur dari Alun-Alun Utara ke Istana Negara

57 tahun lalu

Tidak Ingin Peristiwa 98 Terulang, TPN Ganjar-Mahfud Minta Kritik Kampus Cepat Direspons

57 tahun lalu

Serukan Rakyat Pilih Ganjar-Mahfud Pimpin Indonesia, TGB: Capres dan Cawapres Terbaik 

57 tahun lalu

Pengajian Akbar TGB untuk Ganjar-Mahfud di Lotim, Caleg Perindo: Semangat Kami Hadapi Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal