Ini 7 Sikap PP Muhammadiyah terkait Penanganan Covid-19

Kuntadi
Muhammadiyah (ilustrasi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap, setelah enam bulan Indonesia hidup dalam masa pandemi Covid-19. Sebelumnya pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai bencana nonalam yang menimbulkan masalah kemanusiaan yang sangat serius.

Pernyataan resmi dari PP Muhammadiyah ini disampaikan melalui pernyataan pers Nomor 20/PER/I.0/H/2020 tentang Penanganan Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan di Yoyakarta tertanggal 21 September. Penyataan ini ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu’ti.

Berikut ini sikap dan pandangan PP Muhammadiyah;

1. Meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi secara menyeluruh penanganan Covid-19 dan jika diperlukan dapat mengambil alih dan memimpin langsung agar lebih efektif, terarah, dan maksimal. Kehadiran Presiden sangat diperlukan di tengah gejala lemahnya kinerja dan sinergi antarkementerian.

Presiden perlu mengevaluasi para menteri agar meningkatkan performa dan profesionalitas kerja sehingga tidak menimbulkan liabilitas pemerintahan dan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, khususnya kepada presiden.

Perlu kebijakan yang tegas dan menyeluruh dalam penanganan Covid-19 secara nasional agar keadaan terkendali. Selain itu, niscaya diutamakan bahwa penyelamatan jiwa manusia merupakan sesuatu yang terpenting dari lainnya sebagaimana perintah konstitusi agar pemerintah negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2. Meminta kepada kepada para elite politik baik dari jajaran partai politik maupun masyarakat agar tidak memanfaatkan pandemi Covid-19 sebagai komoditas politik kekuasaan pribadi atau kelompok. Dalam situasi pandemi Covid-19 yang semakin memprihatinkan seyogyanya para elite menunjukkan sikap kenegarawanan dengan kearifan menahan diri dari polemik politik yang tidak substantif.

Para menteri tidak seharusnya membuat kebijakan yang kontroversial dan tidak terkait langsung dengan hajat hidup masyarakat. Pejabat tinggi negara tidak menyampaikan pernyataan-pernyataan yang meresahkan, termasuk yang cenderung merendahkan kualitas dan keberadaan tenaga kesehatan Indonesia yang telah berjuang keras dengan pertaruhan jiwa-raga dalam menangani Covid-19.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Muhammadiyah Berduka, Kiai Muhammad Jazir Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Sosok Humanis dan Penebar Damai

57 tahun lalu

Berduka, Haedar Nashir Kenang Momen Pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan

57 tahun lalu

Haedar Nashir Tegaskan Muhammadiyah Tidak Ikut Ajukan Judicial Review UU TNI

57 tahun lalu

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Minta Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dikaji Ulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal