"Penularan di klaster jemaah tabligh di Sleman ini sudah mencapai generasi ketiga," kata Riris yang juga salah satu pakar epidemiologi UGM ini.
Di satu sisi, jumlah 20 orang di klaster Gunungkidul terdiri atas 6 orang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes PCR, 1 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dan 13 orang diduga positif Covid-19 berdasarkan hasil RDT. Adapun penularan Covid-19 di klaster ini sudah mencapai generasi kelima.
“Klaster di Gunungkidul ini bermula ketika satu jemaah yang dari Jakarta kemudian menularkan kepada satu orang PDP yang juga memiliki jejaring dengan banyak kasus lainnya. Satu orang PDP itu belum dites tapi sudah meninggal," ujar Riris.
Sementara, klaster GPIB berawal ketika ada tiga jemaat yang mengikuti pertemuan GPIB di Bogor, Jawa Barat. Tiga jemaat itu kemudian pulang ke DIY dan satu di antaranya mengikuti kegiatan di Semarang, Jawa Tengah. Selain itu, sebagian jemaat yang mengikuti kegiatan di Bogor itu kemudian juga mengikuti kegiatan di DIY.
Selanjutnya, dari klaster GPIB terdapat 2 orang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan PCR, 10 orang dinyatakan positif berdasar RDT, 3 orang berstatus PDP, dan 2 orang negatif berdasarkan RDT. Terdapat pula sejumlah orang yang belum menjalani tes. Apabila dijumlahkan, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 DIY dari tiga klaster besar itu mencapai 22 orang.
“Penularan pada klaster ini telah sampai generasi ketiga,” ucapnya.