YOGYAKARTA, iNews.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Mereka tidak akan melayani tamu yang tidak patuh pada protokol kesehatan.
“Kami tidak semata-mata mengejar keuntungan saja, tetapi juga tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk keamanan dan kenyamanan bersama,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana, Rabu (19/8/2020).
Dia pun mencontohkan, ada sebuah hotel yang memutuskan menolak tamu karena tamu yang datang tidak mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan yaitu tidak mencuci tangan dan enggan memakai masker. Menurut dia, jika protokol kesehatan tersebut tidak dijalankan secara ketat dan disiplin, maka berpotensi muncul klaster penularan dari hotel terlebih sejak pekan kemarin okupansi hotel di DIY mengalami peningkatan.
“Kedisiplinan wisatawan dan tamu menjadi sangat penting agar penerapan protokol kesehatan ini bisa dilakukan secara ketat karena kami pun harus menjaga keamanan karyawan,” katanya.
Deddy mengatakan okupansi hotel di DIY mengalami kenaikan 10-20 persen pada libur panjang akhir pekan bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Rata-rata okupansi hotel bintang mencapai 60 persen, dan nonbintang 35 persen dari kamar yang dioperasionalkan.