"Jangan sesekali menggaruk lokasi sengatan karena hal ini justru akan melepaskan lebih banyak racun ke dalam tubuh," ujar Aris.
Aris mengatakan hingga saat ini memang belum ada laporan pengunjung yang menjadi korban sengatan ubur-ubur. Namun demikian wisatawan tetap harus waspada. Adapun, sebagai langkah antisipasi, pihaknya rutin melakukan pemantauan di lokasi yang banyak ditemukan ubur-ubur terdampar dan memasang papan peringatan untuk mewaspadai keberadaan hewan laut tersebut.
"Kami juga mengubur ubur-ubur yang terdampar tapi karena terkendala luasnya area yang dipantau, jadi di titik yg ada pengunjung baru kami lakukan penguburan atau di pendam supaya tidak terinjak dan jadi mainan anak-anak," ucapnya.
Anggota SRI Wilayah V Kulonprogo, Marsudi mengatakan, ubur-ubur api selain banyak ditemukan di Glagah, juga muncul di kawasan Pantai Trisik, Kapanewon Galur. Namun sampai saat ini belum ada laporan wisatawan yang menjadi korban sengatan hewan laut itu.
"Belum ada laporan, tapi tetap kami imbau kepada wisatawan untuk selalu waspada, jika menemukan ubur-ubur jangan didekati atau malah dibuat mainan, tinggalkan saja demi keselamatan bersama," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Ubur-ubur Api Kembali Muncul di Sepanjang Pantai Kulonprogo, Wisatawan Diimbau Waspada"