"Kalau saya memang niat untuk pindah, beli tanah dan bangun rumah lagi. Di sini (sisa lahan) saya rencanakan buat kios saja," katanya.
Dia berharap agar ganti untung yang diberikan kepada warga terdampak tidak hanya bisa untuk membeli lahan baru, tetapi juga bisa bangun rumah. Alasannya, untuk mencari lahan baru tidak mudah. Berbeda ceritanya jika warga tersebut memiliki sawah sehingga sawah tersebut bisa dijadikan lahan pengganti untuk membangun rumah.
"Cari tanah (pengganti) juga tidak mudah apalagi di wilayah Sleman. Ya kami berharap dananya juga sampai bisa bangun rumah," katanya.
Hal senada disampaikan Soebarjo, warga Tegalrejo lainnya. Meskipun sampai saat ini belum ada pematokan, namun dari beberapa sosialisasi sebagian lahannya terdampak pembangunan jalan tol. Soebarjo mendukung rencana pemerintah untuk pembangunan jalan tol tersebut.
"Saya lebih baik menunggu pematokan saja. Setelah IPL turun, saya belum tahu pasti jalur tol yang digunakan," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Belum Dipatok, Harga Tanah Jalur Tol Jogja-solo Sudah Meroket"