Harga Kedelai Meroket, Perajin Tempe Terancam Bangkrut

Yunibar
Asikin, perajin tempe diTegal mengeluhkan mahalnya harga kedelai. (iNews/Yunibar)


  
Menurutnya, naiknya harga kedelai juga mengakibatkan menurunnya jumlah produksi tempe. Biasanya dalam sehari memproduksi 50 kilogram tempe perhari, saat ini hanya mampu memproduksi 25 kilogram saja.

Para perajin tempe dan tahu berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kedelai yang harganya terus melonjak hampir merata di sejumlah darah. Jika kondisi ini terus berlarut larut, bukan tidak mungkin para perajin tempe dan tahu terpaksa gulung tikar karena tidak mampu lagi membeli kedelai.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik Imbas Perang AS, Perajin Tempe di Jember Kelimpungan

57 tahun lalu

PHK Massal Buruh Sritex di Sukoharjo, Pedagang UMKM Ikut Terancam Gulung Tikar

57 tahun lalu

Atikoh Sebut Ganjar-Mahfud Akan Kembalikan Fungsi Bulog untuk Jaga Stabilitas Pangan

57 tahun lalu

Ganjar Sentil Pemerintah soal Kedelai: Produktivitas Kurang, Impor Tak Terkendali

57 tahun lalu

Terus Merugi akibat Harga Kedelai Mahal, Puluhan Produsen Tahu di Purbalingga Gulung Tikar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal