Harga Kedelai Mahal, Perajin Tahu dan Tempe di Gunungkidul Kurangi Ukuran

Kismaya Wibowo
Harga kedelai di Kabupaten Gunungkidul masih mahal membuat perajin tahu mengurangi ukuran. (Foto: istimewa)

Perajin tahu di Kepek, Nanang Santoso mengaku sempat berhenti produksi selama tiga hari, tepatnya pada 11-13 Februari lalu. Dia memilih tidak produksi dengan harapan harga kedelai kembali turun. Kenyataanya, harga kedelai tetap tinggi sehingga harga tahu juga ikut terdongkrak naik.  

“Perajin sudah sepakat untuk menaikkan harga jual agar bisa bertahan,” ujarnya. 

Kasi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Sigit Haryanto  mengatakan, kerajinan tahu dan tempe sangat bergantung kebijakan dari pusat. Sebab bahan utama kedelai harus diimpor.   
 
“Kondisi ini secara rutin kami laporkan ke pusat, mudah-mudahan harga segera turun,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk

57 tahun lalu

Harga Kedelai Impor Melejit Imbas Perang AS-Iran, Perajin Tahu di Tegal Menjerit

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal