Haedar Natsir Menilai Pengawasan Tempat Ibadah Oleh Pemerintah Bentuk Kemunduran

erfan erlin
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (foto: doc/iNews.id)

Haedar mengatakan, pengawasan yang dilakukan masyarakat yang disokong pemerintah berpotensi menimbulkan konflik antargolongan. Masyarakat memiliki mekanisme sosial untuk mengatasi hal-hal yang dikhawatirkan.

"Saling kontrol satu sama lain itu hal yang wajar saja. Tapi ketika itu diendorse oleh negara supaya mengawasi masjid, mengawasi gereja, dan seterusnya itu malah berpotensi menciptakan konflik horizontal," kata Haedar.

Hadar berharap kebijakan ini tak diterapkan, terlebih untuk menciptakan suasana kondusif jelang Pemilu 2024. Terpenting adalah kearifan, kecerdasan dan tanggung jawab yang lebih luas. 
 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

57 tahun lalu

Muhammadiyah Berduka, Kiai Muhammad Jazir Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Resmikan Masjid dan Gereja di Lebak, Menag: Jadikan Banten Contoh Wilayah Toleran

57 tahun lalu

Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Sosok Humanis dan Penebar Damai

57 tahun lalu

Berduka, Haedar Nashir Kenang Momen Pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal