YOGYAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia khususnya para santri Muallimin dan Muallimat Muhammadiyah untuk tetap menghargai perbedaan.
Menurut Jokowi, Indonesia merupakan bangsa besar dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta orang yang tersebar di 34 provinsi. Belum lagi jumlah suku bangsa, bahasa daerah yang berbeda-beda. Namun perbedaan itu jangan sampai menimbulkan perpecahan. Masyarakat harus memahami perbedaan adalah anugerah, sunatullah yang harus dijaga.
"Aset terbesar bangsa adalah persatuan. Mari jaga kerukunan. Jangan sampai perbedaan pilihan bupati gubernur ataupun presiden menjadi permusuhan," kata Presiden saat menghadiri resepsi Milad 1 Abad Muallimin-Muallimat Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis (6/12/2018).
Presiden juga mengajak santri untuk menghargai perbedaan terutama dalam masalah politik yang harus terus dikedepankan. Apalagi, demokrasi di Indonesia pada 2019 berjalan cukup padat. Mulai dari pemilihan presiden, kepala daerah hingga dukuh.
Menurut Jokowi, perbedaan pilihan politik itu tidak apa-apa dalam sebuah demokrasi. “Namun ukhuwah Islamiyah dan kerukunan harus dijaga,” tandasnya.