YOGYAKARTA, iNews.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan enam kali guguran lava pijar pada Selasa (7/5/2019).
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengungkapkan, enam kali guguran lava itu tercatat selama periode pengamatan mulai pukul 00:00-12.00 WIB. Guguran yang mengarah ke hulu Kali Gendol itu memiliki jarak luncur 700 hingga 1.100 meter.
Selain guguran lava, selama periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB juga terjadi empat kali gempa guguran dengan amplitudo 4-60 mm selama 26-110 detik, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 11 mm selama 12 detik, dan satu kali gempa hybrid dengan amplitudo 3 mm dan durasi 6.8 detik.
“Hasil pengamatan visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi,” kata Hanik melalui keterangan resminya.
Dia menjelaskan, angin di gunung itu bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara 21.6-31.6 derajat celcius, kelembaban udara 22-69 persen, dan tekanan udara 568-708.5 mmHg.