Gempa di Pacitan Terjadi usai Erupsi Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Ada Kaitan

Suharjono
Sindonews
Erupsi Gunung Merapi terpantau di Magelang. (Foto: iNews/Puji Hartono).

Hanik melanjutkan letusan eksplosif yang terjadi pada Minggu (21/6 /2020) ini merupakan letusan ke - 5 kali sejak tahun 2019 lalu. Sedangkan tahun ini merupakan letusan ke -11 kalinya.

"Berdasarkan catatan kejadian-kejadian letusan hingga saat ini, diketahui bahwa letusan eksplosif dapat terjadi secara baik tiba-tiba tanpa ada tanda - tanda atau dapat didahului oleh peningkatan aktivitas vulkanik,"
katanya.

Dilanjutkannya, aktivitas vulkanik sebelum letusan terjadi bentuknya beragam dan tidak konsisten. Dengan demikian, tidak dapat dijadikan indikator akan terjadinya letusan eksplosif. Namun demikian terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik bisa meningkatkan peluang terjadinya letusan eksplosif.

Hanik melanjutkan, sebelum letusan eksplosif yang terjadi kemarin, telah terjadi peningkatan kegempaan sejak tanggal 8 Juni 2020 lalu. Kegempaan ini didominasi peningkatan jumlah gempa vulkano-tektonik dalam (VTA).

Pada tanggal 20 Juni 2020, pihaknya mencatat jumlah gempa VTA mencapai 18 kali. Dalam periode tanggal 8-20 Juni 2020, telah terjadi gempa VTA sebanyak 80 kali.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki NTT Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 1.100 Meter

57 tahun lalu

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus Malam Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 700 Meter

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Sore Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 500 Meter

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 1.300 Meter

57 tahun lalu

Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi Sore Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 400 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal