KULONPROGO, iNews.id – Pembangunan underpass untuk menghubungkan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang terputus proyek pembangunan bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) terus dikebut.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, pembangunan JJLS nanti harus ada ornamen khas Kulonprogo yang ditampilkan di dalam underpass sepanjang 1.014 kilometer itu. “Ya, saya ingin itu, ada ornamen khas Kulonprogo. Seperti Gebleg Renteng (motif batik),” kata Hasto Wardoyo, Senin (4/3/2019).
Menurut Hasto, ornamen yang melambangkan kearifan lokal berupa nilai khas daerah sudah dikomunikasikan dengan PT Angkasa Pura pada saat awal pembangunan.
Di antaranya dalam bangunan nanti akan mirip seperti gunungan dalam wayang. Begitu juga dengan ornamen dinding, atap dan fasilitas pendukung bandara. Bahkan keberadaan UMKM khas Kuloprogo juga akan ditempatkan di lokasi bandara.
“Enam bulan stan UMKM akan kita tampilkan di sana dan nantinya akan kita tampung dalam Tomira yang benar-benar memajang produk khas Kulonprogo,” ujarnya.