Muhdir mengatakan as truk patah dan rem kendaraan mengalami blong sehingga dirinya memutuskan mengarahkan kendaraan ke tebing untuk menghindari kecelakaan yang lebih fatal.
"Alat beratnya cuma 4 ton, sebenarnya enteng tapi ini kan tanjakan sekali. Saya insiatif arahakan ke tebing karena mencegah fatalitas," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Selain itu, kondisi medan yang curam juga menjadi kendala utama dalam proses evakuasi truk dan alat berat tersebut. Petugas membutuhkan waktu cukup lama untuk mengevakuasi kendaraan dari lokasi kejadian.
Relawan Kulonprogo, Cornelius Hadi Susilo mengatakan pihaknya menerima laporan adanya truk pengangkut ekskavator yang terguling karena tidak kuat menanjak.
"Kami terima info truk membawa ekskavator tidak kuat menanjak dan terguling di tebing. Kesulitannya yah karena medan curam. Untuk korban tidak ada," katanya.
Menurut Cornelius, proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam sebelum akhirnya bangkai truk berhasil dipindahkan dari badan jalan. Meski demikian, proses penanganan alat berat masih terus dilakukan.
Hingga kini, proses evakuasi ekskavator di jalur utama Nanggulan-Purworejo masih berlangsung. Petugas mengimbau pengendara agar berhati-hati saat melintas di kawasan Tanjakan Bibis yang dikenal memiliki kontur jalan cukup ekstrem.