Mengantisipasi agar lubang tidak semakin lebar, kata dia, DPUPKP mengambil langkah tanggap darurat, sambil menunggu tindakan rehabilitasi dalam skala yang lebih besar. “Sudah dikerahkan dua alat berat backhoe untuk merekonstruksi tanggul darurat agar arus sungai tidak mengalir masuk ke dalam lubang,” ujar Wahyudi.
Kasubbag Tata Usaha UPT Pelayanan Sumber Daya Air Wilayah Tengah DPUPKP Sleman, Harjaka mengatakan, upaya sementara yang dilakukan dengan menutup lubang menggunakan batu dan dicor. Tujuan utamanya mengamankan struktur tiang jembatan dan bangunan mercu. Dikhawatirkan jika lubang tidak ditutup air akan menggerus pondasi bangunan.
Menurut Wahyudi, penutupan lubang ini diharapkan bisa menampung air yang bisa dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan. Di mana dari bendungan ini banyak dialirkan untuk mengaliri aliran persawahan di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Kalasan. “Ini baru memasuki masa tanam pertama dan butuh air yang banyak,” kata Harjaka.