Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKGYogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan angin kencang disertai hujan sedang-lebat melanda kawasan Merapi. Tepatnya di wilayah Kecamatan Pakis, Sawangan, Ngablak, dan Kajoran, Kabupaten Magelang.
“Bahkan angin kencang yang sifatnya lokal ini telah menyebabkan atap rumah beterbangan dan pohon tumbang yang berakibat tertutupnya akses jalan,” katanya, Minggu (20/10/2019).
Angin kencang, kembali terjadi pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang dan di lereng sebelah barat-barat daya dan tenggara Merapi. Debu-debu tebal beterbangan hingga menutupi pandangan mata.
“Angin kencang ini bersifat sangat lokal, sebab selain mengacu kepada konsentrasi wilayah kerusakan, kecepatan anginnya pun berbeda dengan dataran rendah,” katanya.
Di lereng Merapi kecepatan angin mencapai 80 km/jam (skala fujita), sedangkan pengukuran di Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta mencapai 16 km/jam. Pada malam hari, kecepatan angin bertambah.