Ervan mengatakan, aksi turun ke jalan tersebut juga untuk memberi dukungan kepada warga Boyolali. Jangan sampai calon presiden yang semestinya memberikan contoh justru mengembuskan isu-isu penghinaan terhadap warga di suatu daerah untuk kepentingan politik tertentu.
"Indonesia harus memgakui Bhineka Tunggal Ika, menghormati perbedaan sebagai kekayaan dan bukan justru melakukan penghinaan kedaerahan," ujar mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta ini.
Ervan mengklaim aksi ini murni dari hati nurani rakyat dan tidak ada kepentingan-kepentingan politik tertentu. “Ini keprihatinan kami atas upaya penghinaan terhadap warga," ucap Guntur Susilo, peserta aksi lainnya.