Dukun dan Peramal Diminta Jangan Bikin Gaduh soal Hilangnya Putra Ridwan Kamil

Widya Michella
Waketum MUI Anwar Abbas meminta kepada para dukun dan peramal untuk tidak membuat gaduh di tengah kejadian hilangnya putra sulung Gubernur Jabar. (Foto : Ist)

JAKARTA, iNews.id - Dukun dan peramal diminta tak membuat gaduh di tengah kejadian hilangnya putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) di Swiss. Ramalan-ramalan hanya membuat keruh situasi.

Waketum MUI Anwar Abbas mengimbau dukun dan peramal untuk tidak membuat masyarakat gaduh dan rusuh. 

"Agama Islam telah melarang umatnya untuk berhubungan dengan dukun,"kata Anwar, Sabtu,(28/05/2022).

Menurut Anwar Abbas, masalah tersebut cukup diserahkan kepada pihak yang berkompeten. Masyarakat pun diminta menunggu hasil dari pekerjaan mereka.

"Serahkan saja masalah ini kepada pihak yang berkompeten untuk menjawab dan menjelaskannya. Untuk itu mari kita tunggu hasil kerja mereka para petugas tersebut," kata dia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Modus Bersihkan Aura Negatif, Dukun Cabul di Kuningan Setubuhi 5 Wanita

57 tahun lalu

MUI Serukan Salat Gaib Korban Banjir: 174 Meninggal, 79 Hilang di Aceh–Sumut–Sumbar

57 tahun lalu

Modus Pengobatan, Dukun Cabuli Gadis 17 Tahun di Bandung

57 tahun lalu

Dukun di Bengkulu Cabuli Anak Tetangga, Modus Miliki Karomah dan Kemampuan Rukiah

57 tahun lalu

Sound Horeg Makan Korban, MUI Jatim Ingatkan Kembali Fatwa yang Telah Dikeluarkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal